Pilih-Pilih Apartemen

Bisa dibilang kami termasuk nekat. Kota yang kami datangi bukan kota yang banyak diminati mahasiswa Indonesia sehingga kami tidak punya teman yang bisa dimintakan tolong untuk mengecek kondisi apartemen yang diincar.

Berbekal dengan kenekatan ini saya mengecek berbagai website. Berikut website yang menurut saya sangat berguna:

  1. http://www.apartmentfinder.com/New-York untuk mencari apartemen.
  2. http://www.apartmentratings.com/ untuk mengecek rating dan review apartemen yang dituju.
  3. http://www.city-data.com/ review kota tujuan bahkan sampai lingkungan tempat kita akan tinggal.

Jangan ditiru kalau anda tipe yang sangat demanding. Teman-teman suami saya, bahkan yang satu kota dengan kami mendapatkan hasil mengecewakan setelah memesan tempat tinggal dari Indonesia.

Kriteria saya dalam memilih apartemen:

  1. Studio. Kami hanya berdua, enough said
  2. Lokasi dekat dengan pusat kota
  3. Utilities (listrik, pemanas, water heater dan AC) sudah termasuk dalam biaya sewa
  4. Harga, harga dan harga.. wkwkwkwk…

Alhamdulillah sekali saya berhasil menemukan apartemen yang sesuai dengan keinginan saya. Itupun masih dapat bonus, dengan harga yang wajar sudah dilengkapi dengan kompor besar, oven dan lemari es dua pintu. Jendela dan pintu yang menuju balkon juga sudah rapih dipasangi windows blind (saya sempat kuatir membayangkan repotnya kudu pasang tirai di jendela).  Pun masih ada fasilitas kabel TV standar. Selain itu lokasinya persis di depan bus stop.

Ya memang masih ada minusnya. Harga sekian tidak termasuk paket internet. Itulah sebabnya 3 minggu pertama saya masih ngap-ngapan mencari sinyal (dasar fakir wifi). Sebetulnya pengelola menawarkan kompleks apartemen lain yang dilengkapi wifi dengan harga 30 USD lebih mahal. Tetapi sewaktu di Indonesia kami memutuskan  untuk memangkas harga sewa dan memilih cari paket internet sendiri. Terbukti kami mendapatkan best deal dengan cara ini (akan dibahas kapan-kapan).

Sistem sewa apartemen di sini ketat sekali. Kontrak mengikat selama 1 tahun (ada yang setahun kalender, ada yang setahun masa kuliah jadi masa liburan musim panas tidak dihitung). Apartemen yang kami sewa menyebutkan klausul bahwa unit tidak bisa di-sublet-kan selama kami sewa. Sublet: disewakan kepada pihak lain.

Tetapi ada klausul tambahan yang meringankan kami, mengingat di tahun kedua jelas saja saya dan suami tidak akan tinggal di sini selama setahun kalender. Kami harus membayar sejumlah uang (200 USD kalau tidak salah) di awal tahun sewa saat tanda tangan kontrak untuk membebaskan dari denda dan kewajiban sewa setahun dengan syarat menunjukkan surat harus bekerja di tempat yang minimal 30 mil jauhnya dari alamat apartemen. Fiuh *lap keringet*.

570 USD per bulan dikali 3 bulan khan lumayan buat nambah DP apartemen di Indo? #eh

pemandangan dari balkon apartemen

pemandangan dari balkon apartemen

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: