Magic Kingdom (from Tomorrowland to Fantasyland, part 2)

… sambungan dari part 1

Mendekati tengah hari, misi di area Frontierland baru terselesaikan, gambaran kegagalan nampak jelas menggelayut di angan. Tapi ini telah diramalkan sebelumnya, mengingat luasnya park yang satu ini *pfiuuuh* Penuh semangat saya menuju Railroad Station, menunggu kereta yang akan membawa saya ke tujuan berikutnya, Tomorrowland!

Tomorrowland Speedway

Wahana ini di luar dugaan saya sebelumnya, membayangkan sebuah sirkuit balap mobil berkecepatan tinggi mendekati kecepatan suara (ok, ini lebay). Yang saya temui hanyalah sirkuit dengan mobil yang bergerak sedikit lebih cepat dari odong-odong yang lagi dikayuh abang-abang, mengikuti lintasan yang ditentukan. Well, bagaimana pun ini Disney, harusnya bisa ditebak sebelumnya, safety does matter in here. Berat hati, kemudi saya serahkan kepada istri, yang dengan riang memacu mobil, balapan dengan anak-anak kecil lain *hihihi*

pembalap dadakan

ayo hun, kamu bisa…

Di sini, hampir sama dengan arena bom bom car, mobil bisa saling bertabrakan dari depan dan belakang, but IMO, bom bom car jauh lebih seru. Naluri destruktif lebih bisa tersalurkan di sana.

Space Mountain

Selepas makan siang serta jalan-jalan mengunjungi Cinderella Castle dan Mainstreet USA, wahana inilah yang menjadi destinasi selanjutnya. Roller coaster  yang ada di Magic Kingdom, sekaligus IMO, tidak seseru coastercoaster Disney World lainnya, mungkin karena selain indoor, juga sama sekali tidak ada putaran 360 derajat walaupun sepertinya inilah coaster dengan lintasan terlama.

Itulah kenapa saya kemudian berdalil ‘adalah sebuah kerugian mengunjungi Disney World hanya sempat berkunjung ke Magic Kingdom sahaja’ 🙂

Tomorrowland Transit Authority PeopleMover

Atau yang biasa hanya disingkat dengan PeopleMover saja. Pengunjung bisa menaiki ini untuk mengelilingi area Tomorrowland, memandangi seluruh wahana dari atas sambil bersantai sejenak barang 10-15 menit.

Cuma jangan minta turun di sembarang tempat di sini, karena berhentinya hanya di 1 stasiun itu saja.

mau ke mana, Mbak?

Monster, Inc. Laugh Floor

Stand up comedy! bersama Mike Wazowski dan teman-temannya. Tentunya berupa rekaman video saja, yang tentu saja tetap mengundang interaksi dari para penonton yang ada di studio saat itu. Kreatif sekali penyusun skripnya. Dijamin tertawa terbahak-bahak keluar dari wahana ini, bagaimana tidak? Diancam tidak bisa keluar studio dengan selamat ama si Roz (supervisor Mike yang punya tatapan keji itu ^^) kalau pengunjung tidak mampu mengisi kontainer tawa yang ada.

Celebrate A Dream Come True Parade!

Salah satu dari parade di Magic Kingdom digelar jam 3 sore, membuat saya bergegas menuju pelataran Cinderella Castle. Sayangnya, pengunjung yang berkeinginan seperti saya sudah menyemut di sepanjang jalan yang dilewati parade mungkin sejak 30 menit sebelumnya, menyisakan hanya sedikit ruang untuk menyaksikan dengan lapang.

Walaupun iringan musik tidak se-hype parade di Hollywood Studios, tetap saja menghibur, karakter-karakter yang berparade merupakan karakter klasik Disney yang tidak ditemui pada parade kemarin. Ini beberapa contohnya.

Pluto, Dale and the real Angry Bird, Donald Duck opened the parade

Lilo and Stitch

Woody and Jessie

Mickey and Minnie Mouse

Pinocchio and Jiminy Cricket

Snow White and the Prince

Aladdin yang entah ketawa sendiri atau gimana…

Wendy Michaels dari kisah Peter Pan, Alice dan Mad Hatter dari Alice In Wonderland

Stitch’s Great Escape!

Another 3D experience I got in Disney World, bedanya di sini alih-alih pengunjung menonton ke arah panggung, kita diminta duduk melingkari isolation platform to discontaminate something (sesuatu yang bernama Stitch perhaps?), dan harus mengenakan shoulder strap yang menahan agar pengunjung tidak bebas bergerak, belakangan baru ketahuan itu untuk apa. Surprise! Satu lagi: saat meraba-raba strap yang saya kenakan, terasa lumayan basah, ketika itu saya langsung punya firasat buruk.

Kalau diceritakan akan banyak spoiler di sini. Pengalaman 3D yang lain dari yang lain. Intinya, di situ bakal dikerjain habis-habisan oleh si Stitch yang berupaya keras kabur dari tangkapan polisi alien. Must try attraction.

Buzz Lightyear’s Space Ranger Spin

Nah, yang ini mirip sekali dengan wahana Toy Story yang ada di park Hollywood Studios kemarin, wahana petualangan shooting range menggunakan kereta. Hanya saja di sini teknologinya belum semaju wahana yang pertama, tidak pakai kacamata 3D. Final result? Masih sama juga dengan yang kemarin, hehehe.

ada yang ngiri ama skorku kayanya nih… Galactic Hero v Star Cadet

Walt Disney’s Carousel of Progress

awalnya bingung, komidi putar koq indoor?

Saat pertama kali melihat nama dan penampakan luar wahana ini, sempat bingung, komidi putar kenapa ditaruh di dalam ruangan? Macam mana pula ini? Ternyata setelah membaca review wahana ini, jelas ini bukan komidi putar. Terinspirasi dari kesuksesan wahana saat digelar oleh Walt Disney saat 1964 New York World’s Fair, maka dibangunlah juga masing-masing di Disneyland dan Disney World.

Menjanjikan pertunjukan melewati kemajuan teknologi selama abad 20, digambarkan dalam rumah keluarga Amerika pada umumnya, mulai dari tahun 60s, 70s, 80s, 90s dan yang terkini. Pengunjung dibawa berputar menuju 5 (?) diorama yang berbeda dalam kondisi sambil duduk tenang.

Lagu yang mengiringi saat saya dibawa berputar sempat terngiang-ngiang saking seringnya dinyanyikan di situ (ear worm?).

Storybook Circus

Dari Tomorrowland saya beranjak ke area Fantasyland, ke tempat yang bernuansa sirkus di sana, menemui the Flying Goofini and the Magical Donaldo.

Storybook Circus Entrance

Casey Jr Splash ‘n’ Soak Station, tempat anak-anak bisa bermain air

Di dalam area ini, hanya ada satu wahana:

The Branstormer

Hampir mirip dengan Big Thunder Mountain Railroad yang saya naiki pagi tadi, hanya saja yang satu ini bertemakan the Flying Goofini, dan keretanya berwujud pesawat terbang.

wusss, clumsy as Goofy, we will fly and end up crashing through a signboard ^^

Petualangan di Storybook Circus ditutup dengan berfoto, ofcourse dengan the Flying Goofini dan the Magical Donaldo di Pete’s Silly Show, sebuah tenda yang khusus disediakan untuk berfoto, saat itu juga ada Daisy dan Minnie di tenda sih, but I’m not interested taking pictures with girls :p

Pete’s Silly Show Entrance

us with the Flying Goofini

and with the Magical Donaldo

bersambung ke part 3

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: