Archive for April, 2013

April 29, 2013

Piknik di Tepi Danau

Hari Minggu kemarin merupakan hari yang tepat untuk dihabiskan di luar ruangan. Saya dan suami diundang seorang teman untuk makan-makan di pinggir danau. Kebetulan sekali saat itu Adis, seorang teman kami juga, sedang punya stok pempek yang berlimpah. Ibunda Adis berkunjung ke Amerika 2 minggu lalu sambil membawakan 2 kotak besar pempek. Saya dan suami berbekal mie goreng untuk ikutan dalam potluck party ini.

Danau yang dimaksud sebenarnya bukan danau, tetapi waduk buatan. Entah kenapa di Amerika bagian East Coast ini walaupun banyak danau tapi waduk buatan juga banyak. Semua waduk buatan dan danau ini BERSIH sekali. Jadi miris ingat kali Ciliwung yang dijadikan pembuangan sampah sampai-sampai kasur dan kulkas juga ada di dalam kali :(. Rumah mbak Esthi, teman saya, terletak persis di pinggir danau. Mbak Esthi punya paddle boat yang segera saja kami manfaatkan untuk mengitari danau. Konon kata mbak Esthi kalau musim panas tiba banyak yang berenang atau memancing di tengah danau. Seluruh keluarga yang tinggal di sekitar danau ini ikut membayar iuran dalam jumlah tertentu untuk kemudian digunakan untuk merawat dan menjaga ekosistem di danau tersebut. Untuk apa saja dana tersebut? Untuk pembelian bibit ikan dan lain-lain. Luar biasa ya, sampai segitunya. Iriiii, huhuhuhu

panorama pemandangan di danau

panorama pemandangan di danau

Harry dan Fatima, putra-putri mbak Esthi menyambut kami dengan ramah. Harry tak henti-hentinya berceloteh mengajak kami naik paddle boat. “Welcome to this journey!”

kami siap berlayar bersama Captain Harry

kami siap berlayar bersama Captain Harry

Sebelum naik boat kami diharuskan memakai pelampung. Faktor keselamatan diutamakan di sini.

saya dan suami bersama Harry, Fatima dan Davino

saya dan suami bersama Harry, Fatima dan Davino

Selain area piknik tepi danau, mbak Esthi juga memiliki trailer dan rumah musim panas. Kata mbak Esthi rumah yang ia tinggali sekarang sering disewakan. Kalau rumahnya sedang disewa, ia dan keluarga tidur di trailer. Seruu, serasa kemping!

ruangan musim panas

ruangan musim panas

trailer yang berisi 3 tempat tidur, dapur dan kamar mandi

trailer yang berisi 3 tempat tidur, dapur dan kamar mandi

Suami mbak Esthi yang bernama Chris ternyata rajin sekali. Keluarga ini punya area yang ditanami tanaman organik seperti timun, bayam, tomat, kentang dan lain-lain. Mereka punya ayam, bebek dan kelinci. Fatima bahkan sempat memeriksa apakah hari itu ayam mereka menghasilkan telur, dan ternyata hari itu ada ayam yang menghasilkan 4 telur! Lumayan!

Harry dan Fatima menunjukkan bebek kesayangan mereka

Harry dan Fatima menunjukkan bebek kesayangan mereka

Fatima bangga menunjukkan telur yang ia temukan hari ini

Fatima bangga menunjukkan telur yang ia temukan hari ini

bermain bersama

bermain bersama

hebohh!

hebohh!

Suami mbak Esthi sesosok yang ramah sekali. Dia dengan sopan memperkenalkan dirinya, ikut berbincang dan bercanda dengan kami semua.

tuan rumah kami yang luar biasa

tuab rumah kami yang luar biasa

Rosbrook family

Rosbrook family

Harry sempat merasa kesal karena mobil-mobilan kayu buatannya dilempar sampai pecah oleh Davino. Lucu sekali saat Davino mengucapkan penyesalan sesaat “I’m sorry, Harry” tapi dua detik berikutnya dia nyengir tanpa merasa berdosa.

Davino yang tidak merasa bersalah dan Harry yang masih kesal

Davino yang tidak merasa bersalah dan Harry yang masih kesal

mobil yang dibuat Harry

mobil yang dibuat Harry

Apa yang berkesan dari kunjungan kali ini? Semuanya! Mulai dari cuaca yang cerah, pemandangan indah, lingkungan yang bersih, olahraga (mengayuh paddle boat itu tidak mudah lho!), haha hihi, sampai makanan yang enak. Senaaaaaaaang 🙂

Advertisements
Tags:
April 27, 2013

English Conversation Group Celebration

Program English Conversation Group dari kampus suami ternyata sudah memasuki tahun ke-25. Tanggal 26 April lalu diadakan perayaan untuk memperingatinya. Semua peserta dari berbagai group dan leader diundang hadir. Bukan hanya peserta, tetapi pasangan (suami atau istri) juga diminta datang. Yang namanya acara kumpul-kumpul pasti tidak lengkap tanpa makanan dan minuman. Beragam makanan disediakan di sana mulai dari buah-buahan, keju, crackers, roti, humus, sejenis makanan India yang saya lupa namanya, sushi, spring roll, scallop, cake dan bermacam minuman.

sebelum masuk kudu daftar dulu di meja registrasi

sebelum masuk kudu daftar dulu di meja registrasi

salah satu sudut makanan

salah satu sudut makanan

Awal-awal datang saya masih agak-agak sungkan untuk berbaur dengan tamu. Apalagi teman satu group saya belum banyak yang hadir. Untung saja suami bisa memulai ngobrol dengan tamu yang lain jadi saya bisa ikut nimbrung. Sampai akhir acara saya malah tidak sempat ngobrol dengan satu group saya karena sudah terlanjur duduk di tengah group lain.

ada yang asyik berbincang, ada yang masih malu-malu

ada yang asyik berbincang, ada yang masih malu-malu

Pertemuan ini juga merupakan pertemuan terakhir saya dengan Ryoko dan Misako. Keduanya akan kembali ke Jepang. Sebelum acara dimulai Ryoko sempat menemui saya dan memberikan kenang-kenangan berupa origami hasil karyanya. Wah saya senang sekali menerimanya karena merasa diistimewakan.

kenang-kenangan dari Ryoko

kenang-kenangan dari Ryoko

Ryoko hari itu berdandan lain dari yang biasa saya temui. Cantik..

dua teman Jepang saya ini akan pulang ke negaranya bulan depan

dua teman Jepang saya ini akan pulang ke negaranya bulan depan

Satu hal yang saya ingat, group leader saya sempat mengatakan bahwa di awal pertemuan dengan Ryoko dan Misako, keduanya tidak bisa berbahasa Inggris. Tapi sekarang bahasa Inggris mereka lumayan lancar. Saya memperhatikan setiap pertemuan mereka pasti membawa kamus elektronik. Saat mereka memperlihatkan kamus itu saya berkomentar “Whoa, I can not read any single word in your dictionary!”

sayang sekali kami sedang melihat ke arah kamera lain

sayang sekali kami sedang melihat ke arah kamera lain

Pada perayaan ini beberapa group leaders dipanggil maju ke depan dan diperkenalkan satu per satu. Ternyata ada yang aktif berpartisipasi sejak 1999 sampai 2012 lalu. Wah itu sih sejak saya lulus SMA sampai lulus kuliah bahkan sampai 2 kali resign dari kantor, hahaha! Total ada 20 volunteer yang hadir. Ternyata volunteer bukan hanya warga negara Amerika saja, ada yang berasal dari Belanda, Thailand dan negara-negara  Asia lainnya. Volunteer yang bukan berasal dari Amerika hanya dicantumkan dalam pamflet yang diedarkan di awal acara, karena tidak mungkin khan mereka diundang hadir ke acara ini. Usia volunteer ini pun beragam. Ada yang mahasiswa, ada yang sudah senior, bahkan juga ada suami istri yang dua-duanya sempat aktif berpartisipasi.

Secara keseluruhan sih acara berlangsung lancar dan lumayan meriah. Saya sendiri juga terkesan dengan tatanan acara dan  dekorasi yang apik. Konon kabarnya hampir tiap semester diadakan acara semacam ini.

Tags:
April 23, 2013

College Park, Maryland

Teman yang kami tebengi tinggal di kota College Park, tepatnya di dekat University of Maryland. Lokasinya hanya berjarak 35 menit perjalanan dengan subway dari Washington, DC. Untuk mencapai area ini bisa turun di College Park-U of Md Station atau di Greenbelt Station (hehehe siapa tahu di antara pembaca blog ini ada yang keterima kuliah di sekolah ini)

2013-04-13 18.02.06

narsis sebelum dijemput

Di sini kami diajak berjalan-jalan di sekitar kampus UMd. Saya suka bangunan kampus ini. Areanya luas dan bentuk semua gedungnya seragam. Arsitekturnya benar-benar khas bangunan lama Amerika, struktur luarnya dibuat seperti dilapisi dengan batu bata berwarna merah tua (padahal sebenarnya ngga lho).

2013-04-13 18.39.41

semua bangunannya setipe seperti ini nih

Bukan hanya gedung kuliah, tapi sampai bangunan fraternity dan sorority-nya pun dibuat seragam. Kalo kata Mas Andri, sang tuan rumah, UMd ini persis seperti Universitas Indonesia. Kebetulan ia alumni UI. Suami saya sempat bergurau kalau dia memang takdirnya kuliah di kampus yang bangunan-bangunannya diseragamkan, militeristik, hehehe…

salah satu area kampus

salah satu area kampus

Saya dan suami juga sempat foto bareng Testudo the Terrapin, maskot UMd. Mas Andri bercerita apabila sudah masuk musim ujian, di sekitar sang kura-kura banyak berserakan ‘sajen’ yang diletakkan oleh para mahasiswa agar dapat nilai ujian yang memuaskan. Bermacam benda ajaib ada di sana, mulai dari makanan, minuman sampai lipstick ada di sana. Sayangnya saat kita di sana, sekitar patung sudah nampak bersih, tak nampak sisa-sisa ritual unik para mahasiswa UMd itu.

sang kura-kura keramat

sang kura-kura keramat

Ada spot khusus foto juga di area kampus, bunga berbentuk huruf M sebagai singkatan Maryland. Kebetulan saat kami datang ke sana, bunga-bunganya kompak berwarna kuning. Katanya sih secara periodik bunga yang ada di situ diganti. Jadi warnanya bisa berganti-ganti, bisa merah, atau oranye.

agak backlight nih

agak backlight nih

Setelah puas berjalan-jalan di kampus, pulanglah kami ke apartemen mas Andri. Ternyata bakwan Malang sudah menanti. Duh, sudah lama tidak menikmati bakwan Malang.

nyamm!

nyamm!

Saya suka kota College Park ini. Apalagi memandang area kampus yang bangunannya seragam itu. Kapan-kapan ke sini lagi ah, skalian main ke DC lagi.

Tags:
April 21, 2013

Washington, DC – Day 2

Berbarengan dengan mekarnya cherry blossom di DC, setiap tahun digelar National Cherry Blossom Festival yang pada puncaknya dirayakan dengan parade. Nah hari kedua kami di DC dihabiskan dengan menonton keramaian parade ini. Parade dimulai sejak jam 10 pagi dan diakhiri jam 12 siang dengan jalur sepanjang Constitution Ave mulai dari 7th sampai dengan 17th St. Kami mengambil posisi di belakang Smithsonian National Museum of American History, karena kebetulan paling dekat dengan pintu keluar subway station yang kami naiki, hehehe. Apalagi saat kami datang parade sudah berlangsung separuh jalan sehingga tidak sempat mencari spot lain yang lebih sepi. Sayang karena waktu yang terbatas kami tidak sempat mengunjungi aneka museum di sini. Kapan-kapan sajalah main ke DC lagi 😀

2013-04-13 11.02.46

dalmatian

2013-04-13 11.56.06

unyu

2013-04-13 11.51.31

peserta parade

2013-04-13 11.11.19


swing dancer

2013-04-13 11.18.24


kadang-kadang mereka berhenti untuk menari

2013-04-13 11.39.02

walaupun sudah berumur aksinya tetap heboh!

2013-04-13 11.38.52

kebayang ngga naik sepeda model begini?

2013-04-13 11.34.06

cheerleaders

2013-04-13 11.42.13

salah satu dari banyak kendaraan peserta parade

Parade berlangsung ramai dan meriah. Tapi lama-lama capek juga terus-terusan berdiri, hehehe. Pelan-pelan saya mundur dari keramaian dan memilih duduk di area dekat museum. Untung saja letaknya cukup tinggi, jadi sambil duduk pun masih bisa melihat-lihat.

2013-04-13 11.45.07

saya memilih istirahat sejenak

Kalau menurut saya sih memandang cherry blossom di hari sebelumnya lebih menarik ketimbang menonton parade. Tapi tiap orang mungkin pendapatnya berbeda ya. Salah satu faktor yang agak mengecewakan adalah di hari ini angin tidak terlalu kencang sehingga kelopak sakura tidak banyak yang berguguran. Selain itu juga terlalu banyak orang, tidak seperti kemarin yang memang lebih sepi dari pengunjung. Duh, bener-bener deh situasi DC saat itu sudah mirip dengan Jakarta. Macet, panas, orang di mana-mana. Tapi masih lebih teratur di sini sih, hehehe.. Walaupun macet tapi teratur. Kebayang ngga?

Setelah parade selesai kami dan host, keluarga Mas Andri, piknik di tepi Tidal Basin. Bagian ini nih yang menyenangkan. Berteduh di bawah pohon, gelar tikar, makan dan leyeh-leyeh sesaat. Jadi ingat masa kecil dulu, sering diajak piknik ke luar kota.

O iya, saya juga sempat melihat pasangan yang melakukan foto pre-wedding di sini. Sayangnya demi mendapatkan momen yang bagus untuk foto-foto mereka, mereka sengaja menggoyang-goyangkan ranting pohon sakura, sehingga sakura itu berguguran tidak secara alami. Padahal hanya memegang bunganya saja sebenarnya dilarang, dan lagi beberapa personel berwenang memang sengaja ditugaskan untuk mengingatkan pengunjung soal itu.

2013-04-13 14.42.57

host kami 🙂

2013-04-13 13.27.54

2013-04-13 13.50.42

cantik khan 🙂