Christmas in Paris 2002 – Ronald K. Fried

Ada apa dengan Natal 2002 di Paris? Itu yang menggelitik rasa ingin tahu saya dan akhirnya mendorong saya untuk membawa buku ini ke rumah.

diambil dari amazon.com

Steiner adalah sosok kelas menengah atas Amerika yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di New York City. Ia memiliki istri yang cantik dan seorang anak laki-laki yang sebentar lagi akan memulai kuliah di Paris, persis seperti dirinya beberapa dekade sebelumnya. Saya menikmati detil-detil kota Paris yang disuguhkan, membuat saya bisa berkelana dan berkhayal. Hey, siapa tahu suatu saat impian saya ke Paris bisa terwujud? Sama seperti dulu kalau menonton acara serial CSI: NY saya berkhayal tentang sudut Manhattan dan ternyata beberapa tahun kemudian Alhamdulillah kesampaian.

Konflik di novel ini cenderung datar, tidak ada lonjakan berarti. Tokoh demi tokoh diperkenalkan. Steiner baru saja kehilangan pekerjaannya sebagai tokoh eksekutif sebuah stasiun televisi. Mary sang istri berprofesi sebagai penulis dan penerbit. Sahabat Steiner, suami istri Tad & Judith mengingatkan saya akan Nick Kristof, jurnalis New York Times dan istrinya, Sheryl WuDunn. Tad & Judith sama-sama jurnalis Amerika yang ditempatkan di Paris. Mereka seringkali diterjunkan meliput medan perang.

Di Prancis Steiner bukan hanya menjelajahi kota Paris, ia mengunjungi beberapa rekan lamanya. Johny dan istrinya Claire, lalu suami istri Gilles dan Jean dan sesosok ekonom Prancis sombong, Pierre dan istrinya Deborah. Setiap pertemuan dengan pasangan selalu ada warna khas yang memberi sentuhan unik. Misalnya saja Johny ternyata baru memenangkan penghargaan Mac Arthur atas kepiawaiannya menyutradarai sebuah pentas panggung. Gilles adalah sosok kelas atas Prancis yang gigih dan saat ini tinggal memetik hasilnya. Sementara Pierre tak sudi bersikap manis pada Steiner karena ia orang Amerika!

Jadi sebenarnya ada apa di hari Natal di Paris tahun 2002? Lebih menitikberatkan pada proses penyembuhan ego Steiner yang terluka karena baru saja dipecat beserta sedikit bumbu-bumbu romantik bersama sang istri. Walaupun memang Steiner beberapa kali membiarkan memorinya melintas waktu, kembali ke masa lugunya saat menjadi mahasiswa S1 di Paris yang jelas termasuk kisah cinta masa mudanya 🙂

Recommended? Hanya kalau tidak ada bacaan lain saja. Tapi buat yang punya mimpi ke Paris, give this novel a try 🙂

Advertisements
Tags:

10 Comments to “Christmas in Paris 2002 – Ronald K. Fried”

  1. sepertinya menarik nih buku ya buat dibaca meskipun alurnya biasa aja. Eh itu dikau beli apa minjem di perpus? *penasaran aja sih

  2. Apapun yang berbau Paris sepertinya mempunyai daya tarik sendiri ;).

  3. Me.. Me.. Me too wanna see Paris 🙂

  4. thanks for the review ya Tyas, karena gw bercita2 suatu hari pengen ke Paris gw masukin to read list ah. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: