Archive for August, 2014

August 22, 2014

Guna Tunneling

 photo Untitled_zpsc178dad6.png

Jadi ternyata selain dipakai untuk melewati blokir-blokiran dari pak Menteri, tunneling bisa digunakan untuk kepentingan finansial. Jangan khawatir, ini bukan tips dan trik nyolong, kok. Tulisan ini dibuat karena tiba-tiba dapat ide, barangkali bisa membantu teman yang punya masalah sama.

Selesai studi di Amerika bukan berarti semua urusan bisa selesai dibawa pulang. Paling tidak ada beberapa tanggungan yang tersisa, misalnya pengembalian uang jaminan apartemen. Merupakan hal yang wajib di sana untuk menyetor jaminan sebesar satu bulan sewa dan baru akan dikembalikan minimal 30 hari setelah kita pergi dari apartemen tersebut.

Uang jaminan ini (setahu saya) selalu dikembalikan dengan menggunakan cek. Hal ini tidak menjadi masalah apabila kita masih tinggal di Amerika khan ya. Untuk kami yang diwajibkan pulang seusai studi tentu saja agak berbeda urusannya. Berhubung suami saya ini tipe yang suka meminimalisasi biaya maka mulai berhitunglah ia. Ada beberapa pilihan untuk menerima cek dari pengelola apartemen.

  1. Cek dikirim ke alamat di Indonesia dan dicairkan langsung dengan dikliring ke bank di Indonesia dengan biaya yang agak lumayan. Kebetulan sudah ada yang sharing cerita mencairkan cek dari Amazon di sini.
  2. Cek dititipkan ke alamat teman di Amerika dan minta tolong dicairkan ke rekening teman dan kemudian ditransfer.
  3. Cek dikirim ke alamat di Indonesia dan dicairkan langsung ke rekening Amerika. Bank yang kami gunakan, Bank of America tidak mengenakan biaya administrasi bulanan, jadi dibiarkan tetap hidup dengan saldo nol pun tak masalah,

Sebenarnya masih ada beberapa cara lain, tapi untuk posting ini biar tiga sajalah. Suami saya memilih gabungan cara kedua dan ketiga, yaitu minta dialamatkan ke teman tapi akan dicairkan ke rekening Amerika. Cara ini dipilih karena umumnya bank-bank besar di sana (Chase atau Bank of America, misalnya) mempunyai fitur check deposit pada aplikasi mobile bankingnya. Jadi cek cukup difoto bagian depan dan belakangnya menggunakan kamera di gadget kita, maka bank akan otomatis menguangkan cek itu masuk ke dalam rekening kita.

Tapi masalah pun timbul saat ingin mencairkan cek, karena sistem pada Bank of America mampu mendeteksi saat melakukan transaksi nasabah TIDAK sedang di Amerika dan menolak transaksi tersebut.

Di sinilah peran tunneling dibutuhkan. Apa itu tunneling? Gampangnya, bisa dianalogikan semacam terowongan untuk menembus lalu lintas di jaringan Internet yang sangat padat. Umumnya digunakan sebagai jalur aman pada jaringan yang tidak terpercaya (baca: tidak aman). Dengan menggunakan tunneling, kita bisa berpura-pura berada di Amerika atau Inggris atau Australia saat mengakses Internet. Biasanya sih tersedia dalam bentuk aplikasi, baik yang dipakai di PC biasa, Android atau iPhone. Suami saya sih biasanya pakai Hotspot Shield, sementara saya mencoba Tunnelbear. Kedua aplikasi ini punya versi iOS dan Android, jadi pengguna kedua gadget tersebut tak akan menemui masalah. Berikutnya tinggal pilih saja, mau seakan-akan dari mana. Karena akan digunakan untuk mengakses sistem yang ada di Amerika, maka Virtual Location pun kita set menjadi United States.

Benar saja, setelah tunneling dipasang, proses pencairan cek berjalan dengan lancar. Uang masuk, biaya pun minimum. Lumayan khan?

Tunneling juga bisa kita gunakan untuk belanja online di situs Amerika, browsing e-book di Amazon US atau sekedar streaming layanan Netflix dari Indonesia. Dengan tetap mengingat: terms and conditions applied tentunya 😉