Archive for October, 2014

October 18, 2014

Artikel Tentang Royal Caribbean di CHIC

Sepertinya rejeki saya memang ada di CHIC. Beberapa kali mengirim tulisan ke majalah ini, baru satu yang ditolak. Lainnya? Ada yang tahu-tahu dimuat dan ada juga yang sampai sekarang tak ada kabar. Tetapi tulisan yang ditolak itupun karena artikel tentang lokasi serupa sudah pernah dimuat jadi pihak redaksi memilih untuk menolak artikel kiriman saya.

Saya tidak tahu aturan main di majalah lain, yang pasti kalau CHIC ini suka tiba-tiba memuat begitu saja tanpa ada konfirmasi melalui e-mail apakah sang penulis juga mengirim tulisan yang sama ke media lain. Untung saja saya punya prinsip untuk mengirim satu artikel ke satu majalah. Kalau sudah positif ditolak baru akan saya revisi dan sesuaikan gaya bahasanya dengan media incaran lain dan kemudian dikirim.

Cerita tentang Royal Caribbean inipun begitu. Saya kirim tanggal 25 Agustus 2014 dan seolah dibiarkan begitu saja oleh redaksi, tahu-tahu di edisi 177 yang terbit tanggal 1 Oktober 2014 sudah ada di rubrik Travel. Honor? Alhamdulillah lancar. Tanggal 16 Oktober 2014 sudah masuk ke rekening saya.

Fokus dan komentar suami saya agak berbeda. Saat saya menunjukkan bahwa ada tulisan saya yang dimuat, dia merebut iPad saya dan komentar senang karena semua foto yang dimuat adalah hasil jepretannya. Yah, kalau sudah masalah itu sih, saya jelas tak bisa menyangkal karena memang hasil karya dia lebih bagus ketimbang foto bidikan saya. Mungkin kami memang merupakan kombinasi yang saling melengkapi. Saya suka menulis, dia suka memotret. Jadilah sebuah artikel lengkap dengan foto pendukung yang lumayan 😀

PS: cerita tentang Royal Caribbean yang lebih personal ada di sini.

Advertisements
Tags:
October 18, 2014

Progress Update per October 2014

Halah, judulnya sudah kayak judul e-mail update mingguan saya ke boss aja. Jadi beberapa bulan belakangan ini banyak kejadian dan saking terlalu banyaknya jadi bingung mau nulis yang mana.

  1. Jalan-jalan terakhir di negeri Paman Sam
  2. Perjalanan pulang yang juga pakai mampir dan jalan-jalan juga
  3. Kembali ke rumah di Jakarta
  4. Beberapa interview dan tetek bengek seleksi lainnya sampai akhirnya dapat kerja
  5. Resmi pindah tempat tinggal
  6. Beberapa tulisan yang tercecer sudah dikirim ke media. Ada yang ditolak dengan surat cinta, ada juga yang berhasil naik tayang

Dan akhirnya sekarang di sinilah saya. Adem, ayem, tenterem dan bahagia.

Banyaknya kesibukan jugalah yang membuat saya jadi jarang main ke rumah teman-teman di rimba wordpress. Mudah-mudahan sih setelah ini bisa sedikit disempatkan blog walking-nya ^^.

Sabtu siang di kantor suami sementara saya mengerjakan pekerjaan kantor juga sambil nge-blog

Tags:
October 12, 2014

Inside My & His Bags

Jenis tas boleh sama, tapi tingkat kompleksitas isinya jauh berbeda. Itu kesimpulan saya sewaktu membongkar tas saya dan suami. Tas kantor kami berdua sama-sama backpack dengan warna dan bentuk serupa, tetapi tas saya lebih ruwet isinya.

Tas saya

  • Laptop kantor beserta charger dan mouse merah
  • iPad dengan cover hijau
  • Buku catatan warna biru
  • iPod Video
  • Starbucks tumbler buat beli latte. Dapat diskon 3ribu rupiah kalo bawa tumbler sendiri
  • Kotak pensil yang isinya pensil ujian 2B (entah kenapa ini kubawa ke mana-mana), penghapus, penggaris, lem, cekrekan kecil
  • Kotak bekal isi sarapan
  • Name tag

Kadang kalau saya meeting di luar kantor, isi tas saya bertambah lagi: sepatu resmi. Gara-garanya saya lebih nyaman bergerak dengan sepatu keds, jadi selama perjalanan saya pakai sepatu keds dan baru akan ganti sepatu kulit kalau sudah di kantor.

Tas suami

  • Laptop
  • Modem Bolt
  • Kotak bekal isi sarapan

Jelas ya bedanya, yang satu isi perintilan sampai dibela-belain bawa tumbler. Sedangkan tas satunya kelihatan banget kalau dipaksa bawa kotak makanan.

Mungkin ada lagi yang mau berbagi soal bedanya isi tas cewek dan cowok?

Tags: