Hello from Melbourne!

Winter di Melbourne bagaikan Fall di Syracuse.

Itu kesan pertama saya begitu pertama kali mendarat di bandara Melbourne. Menggigil, tapi tidak menggigit seperti musim dingin Syracuse yang memang termasuk harsh. Saya tiba beberapa hari sebelum minggu orientasi dimulai jadi masih sempat memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan.

553d7764-fc77-4399-8dbf-d5b6abf4d951_zps6ytf3nxl

74aa2884-1c82-4701-8c8e-4e55f118fd3a_zpsnwrodvko

University of Melbourne terletak di tengah kota, jadi saya sengaja cari apartemen yang juga di city supaya tidak perlu keluar ongkos transportasi lagi. Termasuk agak mahal memang, tapi paling tidak saya bisa menekan pos pengeluaran transport.

Selama menunggu apartemen dapat ditempati, saya pesan hotel yang juga berlokasi di Central Business District alias CBD selama beberapa hari. Pertimbangannya jelas supaya memudahkan pergerakan dari hotel ke kampus (saat orientasi) dan hotel ke apartemen (saat pindahan).

Mumpung masih ada suami yang menemani selama beberapa hari di awal, kami memanfaatkan satu hari penuh dengan: road trip! Berbekal SIM internasional, SIM Indonesia dan paspor, suami memesan satu unit economic car yang belakangan di-upgrade menjadi city car dari ThriftySelama proses verifikasi dan pembayaran di konter ternyata sama sekali tidak mengecek SIM internasional dan paspor. Berkas yang dilihat hanya SIM Indonesia.

Sewaktu masih di Indo saya sudah mengecek list ‘what to do in Melbourne‘ dari berbagai website. Saya mengusulkan perjalanan ke Twelve Apostles, yang awalnya ditolak mentah-mentah oleh suami karena selama winter mungkin tidak terlalu bagus. Berhubung tidak ada lokasi lain yang bisa dikunjungi, akhirnya berangkatlah kami menyusuri Great Ocean Road menuju Twelve Apostles.

Twelve Apostles itu adalah deretan bebatuan besar yang terletak di pesisir Victoria. Walaupun namanya Twelve tetapi sebenarnya jumlahnya bukan dua belas melainkan sembilan.

Pantaslah kalau jalur ini mendapat istilah Great Ocean Road. Sepanjang jalan kami memang disuguhi pemandangan yang indah, bukan hanya dari sisi alamnya tapi juga tatanan desa dan kota yang dilewati mulai dari Lorne, Torquay, Port Campbell dan Anglesea. Rencananya kami akan singgahi kalau punya waktu luang yang lebih lama lagi.

5347be3b-ee70-4827-b098-aa2cfb64c61c_zps6ct43lmx

Setelah road trip perdana yang sangat singkat (total hanya 7,5 jam pulang pergi), saya jadi ingin membuat tulisan perbandingan road trip di US dengan road trip di Australia. Mungkin untuk tulisan berikutnya ya. See you!

Advertisements

12 Comments to “Hello from Melbourne!”

  1. have fun ya di melbourne! 🙂

  2. Seruuu road tripnya. Rent mobil disana mahal gak ya Ning?

  3. aaaaak mba Putriiiii….semoga bisa ketemu di Melbourne yaaaa 😀

  4. Trip perdana yang sangat berkesan ini,,

  5. The first time I visited your blog mba I just feel like “OMG….the number of your blog post is awesome” hahaha. Semacam trigger buat nulis lebih banyak lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: