Welcome Dinner Project – Melbourne

Bertandang ke rumah penduduk asli Australia, membawa makanan favorit kita dan sekaligus berkenalan dengan sesama pendatang baru dari negara lain sambil mencicipi hidangan asli mereka, jelas merupakan ide yang tidak bisa saya tolak.

14241416_1729138010682853_2219896756224115790_o_zps3kyo6tcc

Berawal dari sebuah sesi di perpustakaan kota yang saya ikuti bersama sesama teman PK-53, kami baru tahu kalau ada sebuah organisasi yang memungkinkan semua hal di atas terwujud. Welcome Dinner Project, sesuai dengan namanya memang membawa misi untuk menyambut para pendatang baru ke benua ini.

Website komunitas ini menyebutkan langkah apa saja yang harus diikuti untuk bisa hadir dalam dinner bareng, yang dalam case kali ini berupa lunch, bukan dinner. Welcome Lunch yang kami hadiri diadakan di Coburg, kira-kira 20-25 menit naik tram dari Melbourne CBD. Saya dan Sofie, si teman PK-53, berangkat bareng Rio, housemate Sofie yang ternyata juga mendaftar untuk acara yang sama.

Malam sebelum berangkat kami bertiga masak bareng, heboh gitu deh di dapur rumah Sofie dan Rio. Rendang, rujak dan perkedel jagung jadi perwakilan Indonesia dari kami bertiga. 14205929_1729137954016192_8224382746903562588_o_zpsjduw6ysm

Sesampai di lokasi, kami disambut ramah oleh fasilitator acara. Tiap orang diberi stiker untuk menuliskan nama dan minat masing-masing. Well, tidak terlalu lama kemudian kami pun sibuk ngobrol sana-sini.

Setelah pembukaan sedikit, kami berkumpul mengelilingi meja makan dan diminta untuk memperkenalkan masakan yang terhidang di meja. Saya sih cuma sedikit cerita kalau biasanya rendang ini disajikan dalam perayaan tahunan di Indonesia, Idul Fitri. Setiap ada yang cerita tentang masakannya saya menyimak hati-hati, jangan sampai ada yang sebaiknya tidak saya makan. Untunglah mayoritas membawa salad dengan beragam jenis dan dessert jadi cukup amanlah buat saya.

f19a4b9b-bd8e-48d4-8cf9-8a28b0e0c896_zpsdwkt5wlt

Tamu yang hadir berasal dari bermacam negara, jadi tidak heran juga kalau makanannya bermacam-macam. Negara yang saya ingat hanya Australia, Taiwan, India, dan Swedia. Selain Indonesia, tentunya.

Perkenalan selesai, berikutnya saatnya: makan!

Mau lihat penampakan di piring saya? Surprisingly, beragam jenis makanan ini bisa tertata cantik lho.

d631821b-ff4d-4aef-a472-14ddddb66fb1_zpsyk7jhguw

Rasanya wow.. Enak banget! Siapa sangka kalau nasi merah dan sayuran bisa terasa yummy. Belum lagi salad-salad-an yang selain sehat juga ternyata nyam banget.

Foto di bawah ini sepertinya diambil waktu saya masuk ronde kedua ambil makanan.

14352400_1729137960682858_7914844073550334787_o_zpshiyr1b38

Setelah kenyang dengan berpiring-piring makanan, masing-masing pengunjung diberi callout paper dan diminta untuk menulis apa yang dirasakan saat itu, boleh ditulis dalam bahasa apa saja. Saya jelas menulis: SENANG! Selesai menulis, semua menceritakan alasan dari kata yang ditulis itu. Hmm, mungkin harusnya saya menulis KENYANG SENANG ya, hahaha!

14322718_1729137844016203_9147579515371776201_n_zpsyyapbffz

Foto diambil dari halaman facebook Welcome Dinner Project Victoria di link ini.

Advertisements

4 Comments to “Welcome Dinner Project – Melbourne”

  1. seru ya kalo ada acara-acara kayak gini 🙂

  2. Seru banget acaranya ya… Bagus banget buat org org yg baru pindah ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: