Archive for December, 2016

December 28, 2016

Proyek Mencari Istri

 photo Rosie_project_medium_zpsuwiz2dju.jpg

Udah anti sosial, seleranya ajaib, a little bit freak, ngga bisa basa-basi, having obsessive and repetitive behaviours, mau cari istri pula! Bayangkan Sheldon di the Big Bang Theory, kurang lebih seperti itulah gambaran mengenai Don Tilman, seorang profesor di kampus ternama yang berlokasi di Melbourne. Kenapa harus Melbourne hayoo… Ya karena sang pengarang, Graeme Simsion adalah alumni University of Melbourne.

Saya tuh orangnya suka pengenan, sukanya niru-niru. Salah satu orang yang pengen saya tiru adalah Bill Gates. Kenapa Bill Gates? Soalnya dia orangnya sibuk luar biasa, tapi masih sempat baca buku lho. Gila, kok bisa ya. Saya yang suka sok sibuk aja suka banyak alasan buat nggak baca buku atau ngga nge-blog.

Dua tahun lalu saya sudah ngintip review buku Rosie Project ini di blog-nya Bill Gates. Trus udah ancang-ancang juga buat beli dan langsung dibaca. Tapi yang namanya niat hanyalah niat belaka. Terlupakan sampai beberapa tahun kemudian sampai suatu hari saya lagi iseng belajar pakai bahan yang diberikan dosen, kok ada nama yang familiar. Graeme Simsion. Penasaran donk, saya coba googling dan ternyata pak Simsion itu salah satu alumni jurusan saya! Whew!

Bukan hanya itu, Graeme Simsion juga konsultan Information Systems di area data modeling. Makin kagetlah saya.. Aduh, kayaknya seru juga nih beralih bidang dari Information Systems ke novelis. Pengeeeen!!

Kembali lagi ke review buku, akhirnya libur semester ini saya beli juga buku pak Simsion yang langsung dilalap habis dalam 3 jam. Bukunya lucuuu!! Banyak joke cerdas nan sarkas tentang cara pandang si tokoh utama, interaksi sosial, konflik dan juga cara si tokoh menyelesaikan masalahnya.

Don Tillman is socially inept. He describes himself as the one who incompatible with women. He fails to acquire social skills, doesn’t know how to interact properly, he even assesses person based on their body mass index (BMI). Then one time, dang! He feels the need to find a wife. Not girlfriend, a wife! He began his own project: Wife Project, method to find the suitable woman based on questionnaire. I know, right.. It’s crazy!

Trus kuisionernya kayak apa, siapa saja yang mau ngisi, berhasil dapat istri sesuai kriteria nggak? Penting ini buat dibaca sendiri. Ngga rugi kok, walaupun genre-nya komedi romantis tapi diceritakan dengan cara smart dan ngga menye-menye. Cara nulis kayak gini nih yang saya mau 😀

Advertisements
Tags:
December 21, 2016

13 Perbedaan Saya dan Suami

Beberapa bulan lalu terjadi percakapan seperti di bawah ini:

Saya: “Kita kawinnya itu tanggal berapa sih? 24, 25 atau 26?”

Suami: “Gimana sih, khan dulu kamu yang bilang kalau milih tanggal kawin itu pas setelah orang-orang gajian.”

Saya: “Oiya ya! Trus jadinya tanggal 25 apa 26?”

Sampai sekarang saya masih suka ketuker-tuker soal tanggal kawin. Boro-boro nagih suami buat ngerayain wedding anniversary, tanggalnya aja saya suka lupa. Suami saya justru yang ingat tanggal pernikahan walaupun jadinya cuma sekedar ingat aja sih, ngga kasih kado juga.. hahahaha…

Trus saya jadi inget-inget soal beberapa perbedaan antara saya dan suami yang kalau dirunut kok lumayan banyak ya. Sementara ini dulu deh yang bisa diingat:

No

Saya

Suami

1. Separuh introvert, sisanya ekstrovert Introvert abis
2. Kerjaannya nge-tag suami di socmed manapun. Bahkan blog ini aja mayoritas isinya tentang suami Ga pernah update socmed. Kalopun ada upload-an foto di Facebooknya, itu hasil kerja istrinya
3. Level kecerdasannya standar Pinternya kebangetan
4. Tingkat kerajinan tinggi Malesnya kebangetan
5. Sebelum tidur selalu beresin sprei karena kasur yang tertata rapi selalu lebih enak untuk ditiduri Berpendapat bahwa kasur itu untuk ditiduri jadi biar aja berantakan.
6. History akun Youtube selalu tentang music Isi history Youtube-nya sejarah, Top 10 Something (misalnya Watch Mojo), TED.x dan Japanology
7. Suka novel Lebih memilih komik
8. Koordinasi dan keseimbangan badan rada kurang bagus jadi ngga suka olahraga. Lebih suka menari Suka olahraga permainan semacam basket dan futsal.
9. Emosional Rasional
10. Lebih fokus kerja malam Morning person
11. Suka diskonan Kalau kita beli benda yang didiskon dari 1 juta menjadi 750 ribu, berarti kita belanja 750 ribu dan bukan berhemat 250 ribu
12. Patuh pada peraturan He tends to break the rule
13. Pelupa abis. Hal penting maupun ga penting suka dilupakan Biasanya hal yang menurut dia ga penting ya udah ngga diingat-ingat lagi.

Kalau kalian gimana, perbedaan dengan suami/istri banyak ngga?

December 12, 2016

#ColdplayMelbourne

“Aku jingkrak-jingkraknya ngga kuat tinggi-tinggi… Capek.”

“Adudududuh, pinggangku! Aduuuuh kakiku! Jompo ini! Jompo!”

“Geliga kayaknya kurang panas. Ada tuh yang namanya Hot in Cream itu panas banget, enak dipakenya. Tapi dia botolnya gede banget jadi harus pake bagasi kalo mo dibawa ke sini.” 

“Ini sekarang tiap buka pintu kamar yang kecium bau minyak angin yah. Untung bukan minyak kapak.. Minyaknya aki-aki”

“Iya, mending kita tenggak Tolak Angin deh malam ini daripada besok masuk angin.”

Begitulah obrolan saya dengan Dita si Malesmandi selama tiga hari belakangan ini. Kalau yang berusia kepala 3 nekat nonton konser standing, pembicaraannya ya ngga jauh-jauh dari topik di atas.

Saya sudah dengar soal konser Coldplay di Melbourne sejak masih di Indonesia, tapi berhubung kadar sukanya biasa saja jadi ya ngga dibela-belain beli tiket konsernya. Bulan November tahu-tahu Dita menghubungi saya, bilang kalau mau nonton Coldplay di Melbourne dan ngajak ketemuan.

Saya langsung nawarin buat nginep di apartemen, ya walopun ukuran kamar saya mini banget, tapi masih muat kok menampung satu orang tambahan. Kebetulan Dita mau, jadi fix, Dita bakal muter-muter Melbourne dari kamar saya. Ealah kok beberapa minggu kemudian Dita ngontak lagi dan ngajakin saya buat nonton. Dia mendadak dikasih tiket sama salah satu temannya karena mendadak hamil! Rejeki ngga boleh ditolak, saya langsung iyain buat nonton bareng 😀

Long story short, jadilah Sabtu malam saya dan Dita berdiri manis di tengah konser buat nonton Chris Martin and friends. Aduh maaf, saya nggak kenal personil Coldplay lainnya jadi ya fokus kamera saya cuma ke Chris Martin yang malam itu wow banget! Sepanjang konser ternyata saya lumayan banyak tahu lagu-lagunya lho jadi ya nggak terlalu malu-maluin lah, hehehe.

 photo 20161210_211516_zps8uxi1yg4.jpg

 photo DSC03809_zpsbwukve0y.jpg

 photo 20161210_213735_zps2rn8qmje.jpg

Dita ternyata juga janjian dengan blogger Indonesia lain, mbak Febby yang jalan-jalan ke Australia dan mampir Melbourne. Lumayan, jadi ada kenalan blogger baru. Besoknya Dita juga ngenalin blogger lain yang ternyata tinggal di Melbourne juga: Dila. Ealah.. ini judulnya kopdar blogger lho malahan.

 photo IMG_2120_zpsty1gibmg.jpg

 photo IMG_4046_zpstblnu4a7.jpg

Namanya juga lagi ada kerumunan massa yang besar, nggak heran antrian naik tram dan masuk stasiun mengular. Akhirnya saya dan Dita memutuskan jalan kaki, untung aja apartemen saya hanya berjarak 1.6 kilometer dari lokasi konser.

Berdiri selama 6 jam ditambah dengan jalan kaki 1 kilo lebih, malam itu saya dan Dita langsung tepar. Belum lagi udara Melbourne yang galau.. Katanya doank yang summer, kenyataannya winter. Masak suhu pas summer itu 11 derajat Celcius? Begitu sampai apartemen, dengan kondisi ngantuk, capek, pegal, saya dan Dita sama-sama sibuk pijat kaki dan pinggang. Untung saja nggak sampai saling kerokan. Dasar jompo, hahahaha!

December 2, 2016

Semester Pertama di Unimelb

Akhirnya semester pertama selesai! Rasanya legaa, karena jujur saja, kuliah buat saya itu bukan hal yang mudah. Kapasitas ingatan saya ini amat sangat terbatas, sehingga perlu mengerahkan usaha ekstra untuk bisa paham dan hapal apa saja yang diajarkan dosen.

Sekarang saya mau sedikit cerita tentang mata kuliah yang diambil, beserta kesan dan bagaimana usaha saya untuk bisa catch up.

kws7f

IS Consulting. Mata kuliah ini punya tujuan mulia, mengenalkan mahasiswa akan dunia consulting mulai dari gimana sih memahami klien, cara jualan, menggali apa yang dibutuhkan klien, bekerja sama, dealing with difficult people dan banyak hal lainnya. Ini mata kuliah yang bikin saya shock. Gimana ngga shock, tugas pertama saya dapat nilai yang ‘aduh mari kita lupakan saja yuk’. Saya juga punya pengalaman buruk di mata kuliah ini, sesuai dengan yang dideskripsikan di gambar sebelah, hahahaha..

Mata kuliah ini diajar dua dosen, satu orang Aussie dan satu lagi orang Thailand. Pak Thailand ngomongnya luar biasa cepat sampai-sampai kadang saya bingung orang-orang pada ketawain apa kok saya ngga nangkep joke-nya ya? Sedikit terhibur waktu tahu kebanyakan Asian student juga mengeluhkan hal yang sama.

Lha khan bapaknya juga Asian? Well, menurut cerita si bapak sih dia udah di Aussie sejak dari masa undergrad sampai PhD dan kerja jadi nggak heran lah ya kalau bahasa Inggrisnya sudah seperti native. Pak Thailand ini kalau siang kerja di Deloitte dan malamnya baru ngajar, jadi bisa dibilang dia itu praktisi sekaligus akademisi.

Managing ICT Infrastructure. Kuliahnya selalu pagi-pagi: jam 9. Winter, pagi dan kuliah, jelas bukan kombinasi yang menyenangkan, paling tidak buat saya. Ngantuk berat, asli deh! Apalagi pak dosennya ini dosen tamu dari Tasmania yang hanya akan datang ke Melbourne kalau dia ngajar which is dirapel 3 pertemuan dalam satu minggu. Alhasil saya punya beberapa Rabu, Kamis dan Jumat di mana saya duduk manis di kelas dari jam 9 sampai jam 1 siang dengan kondisi kurang konsentrasi.

q

Materinya asik sih, saya jadi tau yang namanya COBIT 5, ITIL dan sebagainya trus juga dari assignment-nya jadi tahu cara menganalisa ICT infrastructure plan. Hail to senior saya yang berbaik hati kasih contoh assignment jadi saya nggak terlalu dodol banget waktu ngerjain tugas.

Secara kebetulan ada yang pernah upload foto pak Tasmania dengan caption yang bikin ngakak, hahahaha. Saya bakal bertemu lagi dengan pak Tasmania ini semester depan, karena beliau mengajar kelas lanjutannya.

IT Project and Change Management. The title says it all. Ini kerjaan saya banget di kantor terakhir. Kelas ini belajar soal requirement gathering, plan, scheduling, budget, resources, SDLC, risk, change management and the like. Eh buset pas nulis bagian ini kok saya berasa lagi nyatet bahan kuliah ya.

Saya kebagian kelompok yang asik di sini, ngga demanding, ngga ada yang sok oke dan semua kasih input sesuai dengan alokasi kerjaan yang sudah disepakati. Yay! Dosen mata kuliah ini ada dua, satu orang Latin dan satu lagi dari Denmark. Dua-duanya oke, saya suka. Bu Latin kalau bicara juga cepat, mirip seperti pak Thailand, tapi kalau yang ini masih bisa saya tangkap dia lagi ngomong apa. Kalau bu Denmark ini pengalamannya banyak, dia pernah jadi Project Manager di mana-mana so she knows what she’s talking about.

Bu Latin itu maunya semua jawaban persis seperti yang diajarkan di kelas, yang mana buat saya itu susah sekali karena semua bahan otomatis hilang dari ingatan saya begitu keluar kelas. Maklum, kuliahnya itu mulai dari 17.30-20.30. Begitu kelas selesai bawaannya sudah lapar dan pengen pulang.

Ini gimana sih sebenernya, dikasih kuliah pagi komplain, sekalinya ada kelas malam juga protes, hahaha.

Organisational Process. Dosen saya yang ini British, logat Inggrisnya kental sekali. Good looking, kind and helpful, tapi kasih soal ujian tega bener, hiks. Di mata kuliah ini saya belajar soal Data Flow Diagram (DFD), Workflow Models (WfMs) dan juga Total Quality Management, Six Sigma, Business Process Re-engineering, and Knowledge Management.

Pssst, saya sengaja bawa-bawa kantor lama saya buat bahan assignment di mata kuliah ini. Pak British terkesan menghargai banget, terlihat dari komentarnya saat kelompok saya presentasi dan juga dari hasil feedback atas assignment kami.

Saya juga beruntung di kelas ini karena dapat anggota kelompok yang rajin dan mau kerja. Walaupun pas mau memutuskan siapa yang harus presentasi, empat dari lima anggota kelompok otomatis memandang saya dengan alasan “your English is better than us”.

Nahh, itu dia gambaran soal kuliah saya. Terdengar menyenangkan? Percayalah, buat saya ini sudah setengah mati usahanya. Saya cuma bisa berharap semoga semester depan dan depannya lagi dan juga yang depannya lagi bisa lebih baik. Wish me luck!