Posts tagged ‘disney’

November 14, 2013

Comfort Suites Orlando

Tahun lalu kami ke Orlando dengan menggunakan fasilitas Disney seluruhnya mulai dari mendarat di bandara, hotel tempat menginap sampai transportasi antar park. Selain itu juga tahun lalu kami hanya berkunjung ke theme park milik Disney yaitu Epcot, Animal Kingdom, Hollywood Studios dan Magic Kingdom.

Bulan Agustus lalu saya dan suami diajak road trip gabungan 2 keluarga menyusuri East Coast. Memenuhi tantangan ini, kami pun mencoba cara yang berbeda sepenuhnya. Mulai dari kunjungan ke Orlando dengan menggunakan mobil sewaan, hotel yang di luar area Disney sampai park yang dikunjungi kali ini bukan hanya Disney park, melainkan juga ke tetangga sebelah, apalagi kalau bukan Universal Studios.

Postingan kali ini sih hanya membahas tentang hotel, karena pernah membaca pertanyaan di sebuah forum mengenai hotel non Disney. Iseng-iseng lah saya buat post ini.

Hotel kami kali ini dipilihkan teman seperjalanan, yaitu mas Andri, jadi untuk kali ini kami ngikut saja dibawa ke Comfort Suites. Letaknya tidak jauh dari Disney dan juga Universal Studios. Harganya juga tidak mahal untuk ukuran kamar yang lega dan fasilitas lumayan.

Begitu membuka pintu, saya terkesan oleh tata ruangnya yang luas dan memenuhi kebutuhan kami untuk 3 hari ke depan. Di dekat pintu masuk seperti biasa langsung ada toilet, disusul dengan pantry mungil berhadapan dengan meja makan mini, sofa yang berhadapan dengan TV baru kemudian tempat tidur dan lemari pakaian.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saya suka pantry mungilnya karena lengkap dengan kulkas, microwave, kitchen sink dan bahkan coffee maker lengkap dengan kopi, gula dan teh. Mungkin yang kurang hanya kompor dan wajan, hahahaha. Rice cooker? Jangan salah, saya bawa rice cooker dan beras lho. Beginilah yang namanya pasangan ngirit, jalan ke manapun bawa perangkat dapur lengkap.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk bersantai sambil baca koran dan minum kopi bisa di sofa ruang tengah. Di meja makan terlihat khan kalau saya bawa botol Coca Cola dan air putih segala. Soalnya walaupun air keran bisa langsung diminum, khusus di Orlando saya menghindari minum air keran langsung. Bukan apa-apa, airnya ada rasa yang tidak enak.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tempat tidur yang disediakan lega dan bantalnya banyak jadi tidak perlu rebutan dengan suami, hehehe. Soalnya kadang saya dan suami berebut bantal untuk dijadikan guling.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAHotel ini menyediakan sarapan dengan pilihan banyak. Tentu bukan nasi goreng dan semacamnya ya. Pilihannya antara lain sereal, berbagai roti, croissant, sosis, berbagai buah potong dan buah seperti apel dan pisang, waffle berbentuk Mickey, pancake dan lain-lain. Pancake dan waffle biasanya saya bawa ke kamar untuk dijadikan bekal camilan perjalanan hari itu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Nah kalau foto ini khusus foto meja makan sepulang dari tempat sarapan. Biasanya meja ini hanya digunakan kalau makan malam karena sarapan khan sudah di ruang makan hotel sementara makan siang di theme park. Makan malamnya apa? Ria, istri mas Andri membawa bekal rendang! Lumayan banget lho, makan malam di hari pertama dengan rendang dan hari berikutnya dengan lauk fast food atau sekedar indomie. Sekali lagi, maklum.. pasangan irit, hihihi

OLYMPUS DIGITAL CAMERASeperti halnya mayoritas hotel yang pernah saya inapi, di kamar juga tersedia setrika beserta papannya, hair dryer dan berbagai fasilitas standar seperti wifi, telepon dan TV kabel yang lumayan lengkap. Hotel yang layak direkomendasikan deh pokoknya dengan harganya yang murah dan fasilitas yang lengkap.

Advertisements
November 13, 2012

Magic Kingdom (Where the Magical Happens, part 3)

…. sambungan dari part 2 dan part 1

Karena sebelumnya sudah mengambil tiket ini,

lumayan, berbonus FastPass Dumbo

saya pun beranjak menuju ke ujung Main Street USA, tepatnya ke:

Town Square Theatre

Di sini pengunjung bisa berfoto bersama Mickey Mouse dan Disney Princesses (salah satu impian masa kecil istri saya berfoto bersama mereka). Daripada punggung saya didera cobaan, pun menemani istri antri di jalur FastPass menunggu sesi foto. Beda waktu, beda pula Disney Princess yang available. Kebetulan saat itu hadir Rapunzel, Aurora the Sleeping Beauty princess, dan Cinderella.

with a friendly Rapunzel

Aurora

akhirnya bisa berfoto sendiri dengan the beautiful Cinderella, pikir istriku ^^

Saat antrian foto dengan Mickey Mouse terlihat sepi (mungkin yang lain sudah bersiap menunggu parade jam 8 malam), saya pun memutuskan langsung bergabung di antrian, normalnya jalur antrian foto bisa sangat panjang, makan waktu 1 jam sendiri jika padat-padatnya.

Mickey yang senang sekali melihat saya memakai kaos bergambar dia 🙂

Dumbo the Flying Elephant

Sebenarnya wahana ini tidak termasuk dalam daftar saya (bosan dengan wahana yang hanya berputar-putar begitu saja sejak datang dari Indonesia), tetapi karena dapat bonus FastPass, apa salahnya kalo dimanfaatkan juga? Iya kan?

terasa pusing juga naik ini

Prince Charming Regal Carousel

Nah, kalau yang ini special request dari istri, dia ingin mengenang kembali kenangan masa kecil saat sekeluarga pergi bersama naik komidi putar. Hati-hati, kudanya ternyata tinggi sekali, pegang erat-erat ya? Saya sendiri koq malah jadi terngiang video klip PSY’s Oppa Gangnam Style ya? *errrr*

seraaaaang… lho?

Main Street Electrical Parade

Datang terlambat karena terlalu asyik main di Fantasyland membuat kami kerepotan mencari spot untuk melihat parade yang rencananya jalan jam 8 malam, Disney cast member benar-benar mengatur agar pengunjung menempati spot yang telah mereka tentukan, tanpa pandang bulu, pengunjung yang membandel diminta untuk pindah ke spot yang masih tersedia, atau kalau benar-benar tidak dapat tempat meminta agar mereka menyaksikan parade yang sama nanti jam 10. Untung saja, akhirnya kami berhasil menyusup di sebuah ruang kosong yang tersisa. Hehehe.

Sesuai tema parade, semua lampu di park dimatikan saat parade melintas. Satu-satunya penerangan berasal dari kendaraan parade yang lewat. Minusnya, foto yang saya dapat tidak terlihat dengan jelas siapa saja yang melintas dalam parade. Alhasil, para pembaca blog nan budiman, silahkan berimajinasi saja masing-masing bagaimana suasana parade malam itu, mengheningkan cipta…, dimulai…

Berikut bisa dijadikan inspirasi dalam berimajinasi:

ini sepertinya Tinkerbell

hmmm, ini siapa ya?

Wishes

Tidak mengulang kesalahan sebelumnya, saya tidak beranjak dari tempat saat menunggu pertunjukan kembang api di Magic Kingdom yang akan digelar jam 9. Walau ternyata juga bukan spot yang terbaik juga sih. Dengan kamera seadanya, saya coba abadikan pertunjukan kembang api spektakuler malam itu (IMO, the best fireworks show ever in my entire life).

blue

red

purple

Mickey’s PhilharMagic

Another 3D movie. Mengenai kekacauan yang disebabkan oleh Donald saat persiapan konser orkestra yang akan di-conductor-i oleh Mickey. Film ini benar-benar khas Donald banget.

it’s a small world

Sudah pernah masuk ke Istana Boneka di Dufan kan? Nah, ini mungkin yang dicontek Dufan saat merancang Istana Boneka. Hanya saja, di sini levelnya internasional. It’s like TMII vs Disney World once more 🙂

perahu-perahunya berdatangan

inside the small world

The Many Adventures of Winnie The Pooh

Pengunjung diajak berjalan-jalan melintasi hutan tempat Pooh dkk bermain, menggunakan kereta, mirip dengan tema beberapa wahana yang lain kan? Disney punya banyak tema yang bisa dijadikan ide wahana yang serupa macam ini sih, apa boleh buat. Yang menarik di sini di sepanjang jalur antrian, ditempatkan banyak sekali permainan terinspirasi dari kisah Winnie the Pooh. A little kid will say “Yay!”.

Peter Pan’s Flight

Mirip dengan wahana sebelum ini, tetapi di sini pengunjung akan melintasi kota London dari udara (yup, seakan-akan kita habis ditaburi pixie dust oleh Tinkerbell dan mengikuti Peter Pan terbang di angkasa). Dengan kereta berwujud kapal layar digantung ke rel yang ditempatkan di langit-langit ruangan, perjalanan ini asyik sekaligus ngeri apalagi bila membayangkan kita jatuh ke bawah.

Haunted Mansion

3 wahana berturut-turut yang saya naiki malam itu memiliki ciri hampir sama, termasuk juga yang satu ini. Terletak di area Liberty Square (bukan di Fantasyland lagi), yang ini menawarkan petualangan menembus alam hantu dan roh a la barat.

Jangan bayangkan hantu-hantu yang seram seperti yang ada di film Suzana atau pocong di Indonesia, di sini hantu-hantunya cenderung kocak dan tidak menyeramkan (atau saya sudah terlalu terbiasa dengan hantu di Indonesia ya?). Tapi saat mau memasuki ruangan, bernuansa agak seram juga, plus ditambah saat itu juga hampir tengah malam, dan di-setting seperti di kuburan.

New Fantasyland

Saya sudah akan beranjak pulang sekeluar dari area Liberty Square, karena waktu sudah menunjukkan jam 11 lebih sedikit. Tetapi saat berjalan menuju bus stop, saya tersasar sekaligus menemukan wahana ada di area New Fantasyland sudah mulai menerima pengunjung.

Yang sempat saya kunjungi di sana: The Beast’s Castle (sepertinya baru souvenir shop saja yang dibuka), dan Under The Sea: Journey of the Little Mermaid (mirip dengan wahana Winnie the Pooh, bertemakan kisah Little Mermaid)

Saat jam di Cinderella Castle tepat berdentang 12 kali, saya pun bergegas pulang sembari mengucapkan selamat tinggal pada Disney World. Semoga masih ada kesempatan untuk berkunjung kembali some day.

Tags:
November 11, 2012

Magic Kingdom (from Tomorrowland to Fantasyland, part 2)

… sambungan dari part 1

Mendekati tengah hari, misi di area Frontierland baru terselesaikan, gambaran kegagalan nampak jelas menggelayut di angan. Tapi ini telah diramalkan sebelumnya, mengingat luasnya park yang satu ini *pfiuuuh* Penuh semangat saya menuju Railroad Station, menunggu kereta yang akan membawa saya ke tujuan berikutnya, Tomorrowland!

Tomorrowland Speedway

Wahana ini di luar dugaan saya sebelumnya, membayangkan sebuah sirkuit balap mobil berkecepatan tinggi mendekati kecepatan suara (ok, ini lebay). Yang saya temui hanyalah sirkuit dengan mobil yang bergerak sedikit lebih cepat dari odong-odong yang lagi dikayuh abang-abang, mengikuti lintasan yang ditentukan. Well, bagaimana pun ini Disney, harusnya bisa ditebak sebelumnya, safety does matter in here. Berat hati, kemudi saya serahkan kepada istri, yang dengan riang memacu mobil, balapan dengan anak-anak kecil lain *hihihi*

pembalap dadakan

ayo hun, kamu bisa…

Di sini, hampir sama dengan arena bom bom car, mobil bisa saling bertabrakan dari depan dan belakang, but IMO, bom bom car jauh lebih seru. Naluri destruktif lebih bisa tersalurkan di sana.

Space Mountain

Selepas makan siang serta jalan-jalan mengunjungi Cinderella Castle dan Mainstreet USA, wahana inilah yang menjadi destinasi selanjutnya. Roller coaster  yang ada di Magic Kingdom, sekaligus IMO, tidak seseru coastercoaster Disney World lainnya, mungkin karena selain indoor, juga sama sekali tidak ada putaran 360 derajat walaupun sepertinya inilah coaster dengan lintasan terlama.

Itulah kenapa saya kemudian berdalil ‘adalah sebuah kerugian mengunjungi Disney World hanya sempat berkunjung ke Magic Kingdom sahaja’ 🙂

Tomorrowland Transit Authority PeopleMover

Atau yang biasa hanya disingkat dengan PeopleMover saja. Pengunjung bisa menaiki ini untuk mengelilingi area Tomorrowland, memandangi seluruh wahana dari atas sambil bersantai sejenak barang 10-15 menit.

Cuma jangan minta turun di sembarang tempat di sini, karena berhentinya hanya di 1 stasiun itu saja.

mau ke mana, Mbak?

Monster, Inc. Laugh Floor

Stand up comedy! bersama Mike Wazowski dan teman-temannya. Tentunya berupa rekaman video saja, yang tentu saja tetap mengundang interaksi dari para penonton yang ada di studio saat itu. Kreatif sekali penyusun skripnya. Dijamin tertawa terbahak-bahak keluar dari wahana ini, bagaimana tidak? Diancam tidak bisa keluar studio dengan selamat ama si Roz (supervisor Mike yang punya tatapan keji itu ^^) kalau pengunjung tidak mampu mengisi kontainer tawa yang ada.

Celebrate A Dream Come True Parade!

Salah satu dari parade di Magic Kingdom digelar jam 3 sore, membuat saya bergegas menuju pelataran Cinderella Castle. Sayangnya, pengunjung yang berkeinginan seperti saya sudah menyemut di sepanjang jalan yang dilewati parade mungkin sejak 30 menit sebelumnya, menyisakan hanya sedikit ruang untuk menyaksikan dengan lapang.

Walaupun iringan musik tidak se-hype parade di Hollywood Studios, tetap saja menghibur, karakter-karakter yang berparade merupakan karakter klasik Disney yang tidak ditemui pada parade kemarin. Ini beberapa contohnya.

Pluto, Dale and the real Angry Bird, Donald Duck opened the parade

Lilo and Stitch

Woody and Jessie

Mickey and Minnie Mouse

Pinocchio and Jiminy Cricket

Snow White and the Prince

Aladdin yang entah ketawa sendiri atau gimana…

Wendy Michaels dari kisah Peter Pan, Alice dan Mad Hatter dari Alice In Wonderland

Stitch’s Great Escape!

Another 3D experience I got in Disney World, bedanya di sini alih-alih pengunjung menonton ke arah panggung, kita diminta duduk melingkari isolation platform to discontaminate something (sesuatu yang bernama Stitch perhaps?), dan harus mengenakan shoulder strap yang menahan agar pengunjung tidak bebas bergerak, belakangan baru ketahuan itu untuk apa. Surprise! Satu lagi: saat meraba-raba strap yang saya kenakan, terasa lumayan basah, ketika itu saya langsung punya firasat buruk.

Kalau diceritakan akan banyak spoiler di sini. Pengalaman 3D yang lain dari yang lain. Intinya, di situ bakal dikerjain habis-habisan oleh si Stitch yang berupaya keras kabur dari tangkapan polisi alien. Must try attraction.

Buzz Lightyear’s Space Ranger Spin

Nah, yang ini mirip sekali dengan wahana Toy Story yang ada di park Hollywood Studios kemarin, wahana petualangan shooting range menggunakan kereta. Hanya saja di sini teknologinya belum semaju wahana yang pertama, tidak pakai kacamata 3D. Final result? Masih sama juga dengan yang kemarin, hehehe.

ada yang ngiri ama skorku kayanya nih… Galactic Hero v Star Cadet

Walt Disney’s Carousel of Progress

awalnya bingung, komidi putar koq indoor?

Saat pertama kali melihat nama dan penampakan luar wahana ini, sempat bingung, komidi putar kenapa ditaruh di dalam ruangan? Macam mana pula ini? Ternyata setelah membaca review wahana ini, jelas ini bukan komidi putar. Terinspirasi dari kesuksesan wahana saat digelar oleh Walt Disney saat 1964 New York World’s Fair, maka dibangunlah juga masing-masing di Disneyland dan Disney World.

Menjanjikan pertunjukan melewati kemajuan teknologi selama abad 20, digambarkan dalam rumah keluarga Amerika pada umumnya, mulai dari tahun 60s, 70s, 80s, 90s dan yang terkini. Pengunjung dibawa berputar menuju 5 (?) diorama yang berbeda dalam kondisi sambil duduk tenang.

Lagu yang mengiringi saat saya dibawa berputar sempat terngiang-ngiang saking seringnya dinyanyikan di situ (ear worm?).

Storybook Circus

Dari Tomorrowland saya beranjak ke area Fantasyland, ke tempat yang bernuansa sirkus di sana, menemui the Flying Goofini and the Magical Donaldo.

Storybook Circus Entrance

Casey Jr Splash ‘n’ Soak Station, tempat anak-anak bisa bermain air

Di dalam area ini, hanya ada satu wahana:

The Branstormer

Hampir mirip dengan Big Thunder Mountain Railroad yang saya naiki pagi tadi, hanya saja yang satu ini bertemakan the Flying Goofini, dan keretanya berwujud pesawat terbang.

wusss, clumsy as Goofy, we will fly and end up crashing through a signboard ^^

Petualangan di Storybook Circus ditutup dengan berfoto, ofcourse dengan the Flying Goofini dan the Magical Donaldo di Pete’s Silly Show, sebuah tenda yang khusus disediakan untuk berfoto, saat itu juga ada Daisy dan Minnie di tenda sih, but I’m not interested taking pictures with girls :p

Pete’s Silly Show Entrance

us with the Flying Goofini

and with the Magical Donaldo

bersambung ke part 3

Tags:
November 10, 2012

Magic Kingdom (from Cinderella Castle to Frontierland, part 1)

Memasuki edisi terakhir petualangan kami di Disney World, malam sebelumnya sudah merasakan bahwa perjalanan esok hari akan menjadi yang terberat di antara hari-hari sebelumnya, dikarenakan park terakhir Magic Kingdom adalah yang terluas di antara lainnya, memiliki jumlah atraksi yang terbanyak dan dengan waktu buka yang terlama (kebetulan saat itu park buka mulai dari jam 8 pagi sampai 12 malam). Pula kami sudah bertekad belum akan melangkah pulang jika jam di istana Cinderella belum berdentang 12 kali.

Jumlah total atraksi yang ada di park ini berjumlah 41 buah (walaupun tidak semua cukup menarik untuk dikunjungi IMO), terpencar di 6 area, seperti: Main Street USA, Adventureland, Frontierland, Liberty Square, Fantasyland, dan Tomorrowland. Coba bandingkan dengan parkpark lain, seperti Hollywood Studios yang hanya memiliki 18 atraksi, Animal Kingdom dengan 21 atraksi, dan paling banter Epcot pun cuma ada 23 atraksi. Belum lagi mulai tahun 2014 akan ada 1 area baru, yaitu New Fantasyland, yang saat kami di sana masih dalam tahap pembangunan, walaupun ada beberapa atraksi yang mulai menerima pengunjung.

Cinderella Castle

Center of interest di Magic Kingdom ini tentu saja Cinderella Castle! Sekaligus jadi icon dari park ini.

Cinderella Castle, the icon of Magic Kingdom

Dengan sederetan Disney Princesses lineup, kenapa castle ini dinamakan Cinderella Castle? Sebab pastinya saya tidak tahu, tetapi yang pasti, mozaicmozaic yang ada di dinding istana memang diambil dari adaptasi dongeng “Cendrillon” yang digubah Charles Perrault itu.

salah satu contoh mozaik kaca di Cinderella Castle

Di dalam istana, terdapat Bibbidi Bobbidi Boutique, di sini anak-anak perempuan kecil bisa minta didandani layaknya Disney Princess. So, this is where those little princesses I saw before coming from. Sayangnya kami tidak bisa mengintip ke dalam, keburu diusir keluar oleh Disney cast member, hehehe… Ada juga Cinderella Royal Table, restoran yang begitu diminati calon pengunjung Disney World hingga untuk dining kudu reservasi jauh sebelum hari kedatangan, kabarnya hingga 3 bulan sebelumnya *wow*.

the romantic spot to take pictures in front of the Cinderella Castle, pasangan bule biasanya diminta saling berciuman kala berfoto di sini

Di jam-jam tertentu di depan istana juga digelar pertunjukan musikal Dream Along With Mickey.

pengunjung harus rela berdiri buat menonton stage yang ini

Walt Disney World Railroad

Sebenarnya pertama kali sampai park ini, saya tidak langsung bertandang ke Cinderella Castle. Sesuai tips di blog kemarin, saya berencana langsung menuju ke area Frontierland. Karena Magic Kingdom sebegitu luasnya, disediakan kereta untuk menghubungkan 1 area ke area yang lain. Station ada di: area Main Street USA, area Frontierland (yang berniat ke area Adventureland bisa turun di station ini), dan area Fantasyland (ke area Tomorrowland? Bisa juga turun di station ini).

here’s the train comes! toot toot…

Big Thunder Mountain Railroad

Pernah naik wahana Alap-Alap di Dufan? Nah, wahana di area Frontierland ini mirip dengan coaster itu. Keseluruhan lintasan coaster berada di ruang terbuka, melaju dengan kecepatan tinggi dan terpaan angin dingin nan segar semestinya bisa membuat raga yang kuyu menjadi cerah kembali. Khususnya buat yang baru bangun tidur dengan kaki pegal-pegal, mata panda dan berharap tidak harus berjalan jauh lagi hari ini hehehe. O ya, coaster yang ini less intense banget, ga ada yang namanya lintasan putar balik 360 derajat.

segeeerr…

Tom Sawyer Island

Dikarenakan wahana yang semula akan saya datangi ternyata ditutup karena sedang ada maintenance, akhirnya diputuskan untuk mendatangi pulau kecil milik si bengal Tom Sawyer ini dulu. Kenal Tom Sawyer? Saya dulu sempat tahu karakter ini, karena kebetulan pernah baca komik Huckleberry Finn, saduran dari cerita asli karangan Mark Twain itu. Karakter Huck Finn sendiri merupakan spin off dari cerita Tom Sawyer. Pulau yang saya datangi digambarkan sebagai pulau tempat mereka beserta gangnya yang bengal melakukan kenakalan-kenakalan kecil khas anak-anak. Di sana ada benteng, terowongan rahasia di bawah tanah, barrel bridge, dll. Anak-anak yang datang ke sini pasti senang bermain. I knew I would 🙂

nemuin Tom Sawyer harus naik getek dulu

salah satu dari 3 terowongan tempat main Tom Sawyer

pulihkan kantuk sejenak sambil memandang miniatur Mississippi River

sayang ga sempat naik steamboat yang ini

Kaya bentengnya Kapiten Pattimura ya?

wajah bengalnya keliatan banget di sini

Splash Mountain

Inilah wahana yang sebelumnya sempat ditutup, untungnya pas dibuka kembali, fasilitas FASTPASS yang saya ambil sebelumnya masih bisa terpakai, bisa langsung skip the queue line, siap-siap untuk langsung naik ke wahana. Rasanya tidak perlu cerita panjang-lebar soal wahana ini, mirip sekali dengan Niagara-gara di Dufan, pasti tahu kan?

Wahana ini diinspirasikan dari cerita Disney yang lain, Brer Forest. Ha? Kedengaran asing ya? Biasanya cuma ada 1 halaman di komik Donal Bebek sih, menceritakan Kelinci, Serigala, dan Beruang akal-akalan di hutan tanpa nama.

Bedanya dengan Niagara-gara yang ada di Dufan, sebelum benar-benar dicemplungkan, perahu diputar-putar dulu di Brer Forest, melihat diorama yang menggambarkan polah Brer Rabbit, Brer Fox dan Brer Bear di Brer Forest (jadi ingat semua komik Donal Bebek yang pernah kubaca dulu di waktu kecil). Pernah pula, sempat merasa akan mendekati ujung perjalanan, dan siap untuk terjun, eh ternyata baru pemanasan aja, siyal.

Perhatikan ekspresi kami, hahaha, pas dicemplungin beneran malah ga siyap…

dem, pas dicemplungin beneran, ga bilang-bilang pula

bersambung ke part 2

Tags: