Posts tagged ‘gadget’

April 18, 2014

Asus Transformer T100

Kalau tidak salah ini pertama kalinya saya menulis gadget review di blog. Soalnya saya merasa cukup puas dengan device yang satu ini. Walaupun sebenarnya benda ini baru berumur hitungan hari di tangan saya jadi belum teruji keawetannya ya.

Alasan utama saya mencari gadget sih biasanya lebih ke kebutuhan, bukan keinginan. Netbook yang saya bawa dari Indo mulai ngambek, beberapa huruf dan tanda baca ada yang tidak bisa ditekan. Awalnya sih masih saya siasati dengan taktik copy-paste. Tapi lama kelamaan kok makin banyak huruf yang tidak berfungsi. Belum lagi keluhan mengenai load program yang lama. Padahal saya cinta banget sama si netbook. Enteng, keyboard-nya enak ditekan, belum lagi data saya ada di sana semua. Yang dimaksud data adalah tulisan-tulisan perjalanan ngga penting, hihihi. Pokoknya saya merasa cukup kehilangan lah dengan nyaris almarhum-nya si netbook.

Begitu ada isyarat setuju dari suami, saya mencari pengganti netbook. Sayang yang saya mau ternyata sudah tidak ada lagi di pasaran. Padahal keinginan saya sederhana, hanya ingin netbook berukuran 10″ dan RAM minimal 2GB. Sudah, itu saja. Saya tidak peduli dengan ukuran harddisk bla bla bla. Bukannya tidak penting ya, tapi khan fungsi harddisk sudah tergantikan oleh harddisk eksternal. Beberapa bulan yang lalu sudah saya kubur keinginan mencari pengganti netbook karena sepertinya era netbook sudah berlalu. Laptop yang ada saat ini minimal berukuran 11″ ke atas. Nampaknya kebutuhan akan layar 10″ sudah tergeser oleh maraknya tablet. Ya sudah, rencana saya nanti biar keyboard-nya di-service saja di Indonesia.

Karena orientasi saya lebih ke netbook, saya jelas tidak memperhatikan lagi yang namanya tablet. Wong butuhnya netbook kok. Saya lupa sebabnya, yang pasti secara tidak sengaja melihat ada review Asus Transformer ini. Wah, apa pula ini.. Pakai nama Transformer segala. Ternyata nama ini disematkan karena benda yang satu ini multifungsi. Bisa jadi tablet, bisa juga jadi netbook.

Spesifikasinya bagaimana? Ukuran layar 10″. RAM 2GB. Wah, pas banget dengan yang saya mau. Belum lagi ternyata harga yang ditawarkan sudah termasuk keyboard docking, dilengkapi dengan operating system Windows 8 DAN Microsoft Office di dalamnya. Makin tertarik lah saya. Iseng saya ubek-ubek eBay, ada satu yang harga dan kondisinya sesuai. Beberapa hari setelah menang bidding, akhirnya Asus Transformer di tangan saya.

Dari foto di bawah ini sama sekali tidak terlihat seperti tablet, ya.

Foto di bawah ini menunjukkan kalau tablet terpisah dari docking keyboard-nya.

Saat ini Asus Transformer sudah beberapa hari digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari nonton film, menulis artikel, menulis paperblogging, dibawa ke kafe dan lain-lain. Ternyata sesuai dengan yang dijanjikan: baterainya bandel! Konon kabarnya baterai bisa bertahan sampai 11 jam untuk penggunaan normal. Whew. Lumayan banget khan untuk ukuran netbook.

Harus diakui ada beberapa kekurangan dari Asus Transformer T100 ini, yaitu:

  1. Touchpad keras. Untuk klik kiri maupun kanan tidak semulus laptop pada umumnya
  2. Berat. Tabletnya sendiri 0.5 kg plus docking keyboard 0.5 kg. Barang bawaan bertambah 1 kg hanya dengan membawa tablet ini.
  3. RAM 2GB akan menjadi hambatan performance device ini.  Untuk pengguna baru bukan masalah, tetapi semakin banyak aplikasi yang di-instal akan semakin merepotkan. Saya sendiri sih berniat tidak akan install banyak aplikasi karena aktivitas saya mayoritas hanya membutuhkan word processor alias ketik mengetik saja. Tidak ada kebutuhan testing aplikasi atau apalah :p.
  4. Secara estetika tablet ini tidak semanis tablet lain seperti iPad, Kindle dan lain-lain.

Secara keseluruhan semua kelemahan di atas bukan masalah buat saya karena saya hanya membutuhkan netbook mungil lengkap dengan Microsoft Office. Hal yang lebih penting lagi, harganya sangat terjangkau. Di US tablet plus docking keyboard ini bisa didapat dengan harga $399. Terakhir saya cek di beberapa website toko elektronik di Indonesia, tablet ini seharga 5 juta tanpa docking keyboard. Untuk keyboard-nya dijual terpisah seharga 1.5 juta. Jelas lebih murah kalau beli di sini lah ya, hehehe.

Tags:
December 14, 2012

Google Nexus 7

Considering my husband’s habit in exploring gadgets, I shouldn’t have wondered that one day he would decide to place a bid on eBay for newly launched Google Nexus 7. It’s been more than 30 days, so I think it’s long enough to review this item based on daily abuse 😀

First of all, let me rave about its dimensions. 7″ is small enough to stash in your cross body bag and head out. But don’t underestimate the size, you’ll get enormous mega pixel from its teeny-weeny screen. Actually this is main reason that urged him to buy the gadget. My husband need to bring a Kindle book to the class, but think that iPad is too much of a burden.

Good things came in small package, its video quality is magnificent! My husband tried to play his collections of The Big Bang Theory series in 720p HD quality on this Nexus 7 and he satisfied! Utilizing a proper video player app found in Google Play Stores, Nexus 7 can be used to play almost all video formats, including .mkv, a video format iOS can only play stutteredly.

google play 2

DSCN0112

Bear in mind that earliest Google Nexus came in WiFi version only. In US, this won’t be a problem, because almost every public places equipped with free WiFi service. Or you can use your own Mobile HotSpot device. ‘What if the only option I have is using USB modem?’ this question came up on one forum. No problem, a rooted Nexus 7 can still access the Internet only by using USB modem (with some help from special application of course!)

As a drawback, I thought that Project Butter’s swirling, pinching and swiping gestures are still lacking of those in iOS based gadgets, a little bit of less responsive compared to the latter name. I hope Google will improve this on the next Android OS. And also, I still can’t found big name apps such as NBC or ABC in Google Play Stores, it’s a pity that I missed episodes of Modern Family or Grey’s Anatomy or Nashville that I can watch freely in my iPad, but it’s definitely Google’s issue rather than Nexus’, isn’t it?

Tags: